Bekal Ramadhan: Adab Adab Puasa



Bekal Ramadhan: Adab Adab Puasa 

1. Makan sahur dan mengakhirkannya

Rasulullah bersabda;

“Makan sahurlah kalian, karena didalam sahur itu ada keberkahan.”
(HR. Bukhari : 1923, Muslim : 1095)

Dan juga hadits Anas dari Zaid bin Tsabit, ia berkata;

“Kami sahur bersama Nabi, kemudian beliau bangkit untuk mengerjakan shalat. Aku bertanya, ‘Berapa jarak antara adzan dan sahur?’ Beliau menjawab, ‘Kira-kira bacaan 50(lima puluh) ayat.” (HR. Nasa’i : 2)

Catatan :

Jika telah seorang mendengar adzan subuh, sementara makanan dan minuman masih ditanganya, maka ia boleh menyempurnakan makan dan minumnya.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah;

“Jika salah seorang dintara kalian mendengar seruan adzan sedangkan wadah (piring atau gelas) masih ditangannya, maka janganlah ia meletakkan hingga ia memenuhi kebutuhannya dari makananya.” (HR. Abu Dawud : 2333)

2. Menahan diri dari segala hal yang bertentangan dengan puasa; seperti perbuatan sia-sia, berkata keji, berbohong, dan yang lainnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda;

“Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata-kata keji, janganlah ia berbuat kegaduhan, dan janganlah ia melakukan perbuatan bodoh. Jika seorang mencela atau memeranginya, maka katakanlah kepadanya, ‘Seungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari : 1904, Muslim : 1151)

3. Bersikap dermawan

4. Selalu mempelajari Al-Qur’an

Diriwayatkan dari ‘Ibnu ‘Abbas beliau berkata;

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan, dan beliau akan lebih dermawan (dari hari-hari biasanya) pada bulan Ramadhan, ketika Jibril menjumpainya, dan Jibril selalu mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan hingga Ramadhan selesai. Rasulullah membacakan Al-Qur’an kepadanya, dan saat ia bertemu dengan Jibril, beliau lebih dermawan terhadap kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut.” (HR. Bukhari : 6, Muslim : 2308)

5. Menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, bahwasanya Rasulullah bersabda;

“Umat Islam akan senantiasa baik selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari : 1957, Muslim : 1098)

6. Berdo’a ketika berbuka

Diriwayatkan dari ‘Ibnu ‘Umar, ia berkata;

“Jika Nabi berbuka, maka beliau membaca;

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

‘Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat serta telah ditetapkan pahala insya Allah.’” (HR. Abu Dawud : 2340)

7. Berbuka dengan makan ruthab (kurma segar) atau kurma, atau hanya dengan air

Diriwayatkan dari Anas, beliau berkata;

“Rasulullah biasa berbuka dengan ruthab, sebelum melakukan shalat. Jika beliau tidak mendapat ruthab, maka dengan beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik), dan jika tidak mendapatkannya, maka beliau meminum seteguk air.”
(HR. Abu Dawud : 2356, Tirmidzi : 692)

* Sumber : Kitab Fiqih Ramadhan karya ilmiyah Ustadz Abu Hafizhah - Hafizhahullah -
Demikian Artikel Islam Ilmiyah tentang pembahasan "Bekal Ramadhan: Adab Adab Puasa "

Silahkan dishare semoga lebih bermanfa'at, dan semoga kebaikan menyebarkan Ilmu anda dapatkan In Syaa Allah

Dapatkan update artikel bermanfaat terbaru dengan memasukkan alamat email anda dibawah ini:

0 Response to "Bekal Ramadhan: Adab Adab Puasa "

Post a Comment